5

Ginandjar Kartasasmita: Kisah Dibalik Upaya Penyelamatan Soeharto

Situs Berita Blog Asbisindo – 17 Mei 2026 | Ginandjar Kartasasmita, seorang tokoh politik Indonesia, memiliki peran penting dalam sejarah…

Situs Berita Blog Asbisindo – 17 Mei 2026 | Ginandjar Kartasasmita, seorang tokoh politik Indonesia, memiliki peran penting dalam sejarah politik negara ini. Salah satu momen paling signifikan dalam karirnya adalah upaya penyelamatan Presiden Soeharto pada Mei 1998. Dalam beberapa wawancara dan tulisan, Ginandjar membuka tabir tentang apa yang sebenarnya terjadi di balik layar pada saat itu.

Pertemuan 14 Menteri

Pada Mei 1998, Indonesia sedang menghadapi krisis politik dan ekonomi yang sangat parah. Presiden Soeharto, yang telah berkuasa selama lebih dari tiga dekade, mulai kehilangan dukungan dari masyarakat dan elit politik. Dalam situasi yang genting ini, 14 menteri dari kabinet Soeharto bertemu untuk membahas masa depan presiden. Ginandjar Kartasasmita, yang saat itu menjabat sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi, adalah salah satu yang hadir dalam pertemuan tersebut.

Menurut Ginandjar, pertemuan itu diadakan untuk membahas kemungkinan pengunduran diri Soeharto. Namun, Soeharto sendiri tidak hadir dalam pertemuan tersebut. Ginandjar mengungkapkan bahwa Soeharto telah menyadari bahwa posisinya semakin terjepit, tetapi ia masih berharap bisa bertahan di jabatannya.

Upaya Penyelamatan Soeharto

Ginandjar Kartasasmita juga mengungkapkan bahwa ia telah melakukan upaya untuk menyelamatkan Soeharto dari tekanan politik yang semakin kuat. Ia berusaha untuk membujuk Soeharto agar mau mundur dari jabatannya, tetapi Soeharto tetap bersikeras untuk bertahan. Ginandjar mengatakan bahwa ia telah berbicara dengan beberapa tokoh politik lainnya, termasuk Amien Rais dan Megawati Soekarnoputri, untuk mencari solusi yang bisa menyelamatkan Soeharto.

Namun, upaya penyelamatan Soeharto tersebut ultimately gagal. Pada 21 Mei 1998, Soeharto mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Presiden Indonesia, setelah demonstrasi mahasiswa dan tekanan dari masyarakat yang semakin besar. Ginandjar Kartasasmita mengakui bahwa kegagalan upaya penyelamatan Soeharto merupakan suatu kekecewaan besar bagi dirinya, tetapi ia juga mengakui bahwa itu merupakan suatu langkah yang diperlukan untuk kemajuan demokrasi di Indonesia.

Refleksi dan Pembelajaran

Ginandjar Kartasasmita juga merefleksikan pengalaman tersebut sebagai suatu pelajaran berharga dalam karirnya. Ia mengakui bahwa pengalaman itu telah mengajarkannya tentang pentingnya demokrasi dan kebebasan berekspresi. Ginandjar juga mengungkapkan bahwa ia telah belajar dari kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh Soeharto dan berusaha untuk tidak mengulangi kesalahan tersebut dalam karirnya sendiri.

Secara keseluruhan, kisah Ginandjar Kartasasmita tentang upaya penyelamatan Soeharto pada Mei 1998 merupakan suatu gambaran yang menarik tentang dinamika politik Indonesia pada saat itu. Pengalaman tersebut juga memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya demokrasi, kebebasan berekspresi, dan tanggung jawab para pemimpin politik.

Tanggal Peristiwa
12 Mei 1998 Tragedi Trisakti
13-14 Mei 1998 Kerusuhan di Jakarta
14 Mei 1998 Pertemuan 14 Menteri
21 Mei 1998 Soeharto mengundurkan diri
  • Pengunduran diri Soeharto
  • Transisi demokratis
  • Reformasi

Remedios Morales

Di balik setiap kata yang tertulis, Remedios Morales menyimpan semangat aktivis mahasiswa yang tak pernah padam - dan sekarang, ia menuangkan energi itu dalam tulisan yang penuh dinamika. Saat tidak menulis, Remedios bisa ditemukan di bengkel, mengutak-atik mesin motor, atau di kedai kopi tersembunyi, menyeduh kopi manual brew yang sempurna. Dengan latar belakang di Surabaya, Remedios telah memulai karir penulisnya sejak 2014, dan sejak itu, kata demi kata, ia terus meninggalkan jejak di dunia tulis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

perihokiduta76